Flashback

Ku Ajak Kau Ke Hutan Dan Tersesat Berdua

image

Terkadang sebuah kenangan itu suka muncul secara tiba-tiba, tanpa kompromi dan tidak kenal situasi. Kalo pas kenangan indah mah mau muncul kapan pun mungkin gak akan jadi masalah, nah kalo yang muncul itu pas kenangan pahit ? Kan bisa bikin galau jadinya. Seperti saya kemarin contohnya.

Jadi ceritanya, kemarin itu saya mampir ke sebuah toko buku. Pas lihat-lihat buku disana, tiba-tiba mata ini di giring untuk membaca sebuah buku yang judulnya cukup unik menurut saya. Judulnya “Ku ajak kau ke hutan dan tersesat berdua” dan spontan seolah saya diajak untuk kembali mengingat sebuah peristiwa pada 2 tahun silam. Sebuah kejadian yang mengharuskan saya untuk kembali mengingat DIA(mantan). Hanya bedanya DIA tidak mengajak pergi ke hutan melainkan ke kota.

Jadi kalau bukunya boy candra judulnya, “Ku ajak kau ke hutan dan tersesat berdua”. Judulnya saya, “Ku ajak kau ke kota dan kita tersesat berdua.” (Alay banget kan ingatan saya πŸ˜­πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚)

Jadi kepikiran sama meme yang banyak bertebaran di medsos ini

image

Jadi pengen hilang ingatan, Biar gak inget lagi sama yang namanya mantan.:oops::oops: Tapi kok ya dramatis banget ya…

Sebenarnya kalo difikir-fikir itu bukan peristiwa yang menyakitkan, malah bisa di bilang itu adalah peristiwa yang konyol, menjengkelkan, lucu, aneh, dan sangat memalukan, tapi tidak tau kenapa jadi sangat menyenangkan mengingatnya.

Awalnya sih radak bikin baper juga, galau. Karna saya fikir saya sudah sepenuhnya lupa sama dia, karna beberapa bulan terakhir ini bayangan soal mantan itu sudah gak ada sama sekali. Jadi pas kemarin ini tiba-tiba di ajak flashback sama yang namanya mantan, jadi sedikit bertanya-tanya. Apa itu artinya saya gagal move on atau bagaimana?

Tapi gak terlalu mau ambil pusing juga sihh. Karna kalo di ingat-ingat lagi kemarin itu saya bisa mengingatnya sambil tertawa, membayangkan betapa konyol dan udiknya kita waktu itu. Mulai dari lupa jalan, nyasar, panik, salah jalur (tapi untung gak kena tilang). Jadi sangat lucu kan mengingatnya.

Dan hal itu membuat saya sadar bahwa kenangan tidak sepenuhnya harus dilupakan, yang perlu kita lakukan adalah menerima semua kenangan dengan hati yang lapang maka takkan ada beban yang akan mengganjal langkah kita menuju ke depan. Jadi, stop menjadi alay. Gak perlu baper-baperan. Terima kenyataan, udah itu aja.

Tapi masalahnya, terkadang menyiapkan hati yang ikhlas itu tidak semudah menyiapkan kopi panas.

Iklan

11 thoughts on “Flashback

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s